|
|
|
|
|
Selasa, 18 Mei 2010 |
|
Jakarta - PT Bukit Asam Trans Railway (BATR), anak usaha PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk, telah menunjuk konsultan dari Australia untuk melakukan perhitungan ulang nilai proyek pembangunan rel kereta api di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Hasil kajian dari konsultan tersebut akan selesai dalam waktu dekat.
"Mereka akan mengkaji berapa nilai kewajaran dari proyek itu. Kabarnya dalam waktu dekat final report-nya akan segera selesai," ungkap Direktur Utama PTBA, Soekrisno, saat dihubungi detikFinance, Minggu (15/3/2010).
Menurut Soekrisno, peninjauan ulang (review) proyek pembangun rel kereta api di Tanjung Enim tersebut dilakukan karena adanya perubahan desain dari proyek tersebut sehingga asumsi nilai proyek akan mengalami perubahan. Hal itu juga harus dilakukan karena studi kelayakan proyek itu dibuat pada 2006 yang lalu, sementara proyek ini baru akan diimplementasikan pada tahun ini sehingga diperkirakan akan ada kenaikan nilai proyek.
"Karena nilai tukar yuan terhadap rupiah kan berubah, harga baja juga berubah," ungkapnya.
Meskipun belum mengetahui berapa besar kenaikan nilai proyek tersebut, namun Soekrisno berharap kenaikannya masih dalam batas kewajaran sehingga perseroan tidak perlu mencari sumber pendanaan lain.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga terus melakukan pembicaraan guna membahas review tersebut dengan kedua partnernya yaitu Transpacific Railway, dan China Railway Engineering. "Kemarin mereka sudah ke sini, jadi nanti tim kita akan ke China untuk kembali bernegosiasi," ungkapnya.
Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering. Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank. Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.
Sumber : http://www.detikfinance.com/read/2010/03/14/174430/1317999/4/ptba-tunjuk-konsultan-untuk-hitung-ulang-proyek-rel-tanjung-enim |
|
|
Selasa, 18 Mei 2010 |
|
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengirim tim konsultan bantuan dari Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia) untuk membantu pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah. Tim konsultan yang beranggotakan lima orang tenaga ahli ini akan mulai bekerja sejak dilakukannya Penyerahan Konsultan Layanan Bantuan Teknis dari Bappenas RI kepada Pemprov Kalteng yang diterima langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, Selasa (23/2/2010).
Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah dan Swasta Bappenas Bastari Panji Indra mengatakan, lima konsultan ini?terdiri dari dua orang tenaga ahli asing dan tiga orang tenaga ahli lokal. Tim inia kan mengkaji pembangunan rel dari sisi financial, pengadaan transportasi,dan kerjasama pemerintah dengan swasta.
Pembangunan rel kereta api tahap I meliputi Palaci Kabupaten Murungraya– Bangkuang Kabupaten Barito Selatan direncanakan sepanjang 185 km dengan rute yakni, Palaci - Puruk - Makunjung - Muara Teweh - Montalat - Pematang Karau - Bangkuang dan berakhir di Sungai Barito, di wilayah Barito Selatan. Proyek besar tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar 740 juta dollar AS.
Sumber: http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/36230 |
|
Terakhir diperbaharui ( Selasa, 18 Mei 2010 )
|
|
|
Senin, 15 Maret 2010 |
|
Sukabumi, Kompas - Perusahaan multinasional Danone, yang memproduksi air minum kemasan dengan merek Aqua, menyepakati pengangkutan produk mereka dengan kereta dari Sukabumi ke Jakarta. Langkah ini diharapkan mengurangi beban jalan agar tak cepat rusak, juga meminimalisasi kemacetan.
Bagi Danone, pengangkutan dengan kereta merupakan salah satu komitmen menjaga lingkungan dan mengurangi emisi. Di Eropa, sebagian produk Danone juga diangkut kereta. Sementara bagi PT Kereta Api, pengangkutan barang menambah pendapatan untuk pembelian sarana, utamanya kereta penumpang.
Salah satu hambatan pengangkutan dengan kereta adalah usangnya prasarana rel. Rel di jalur Sukabumi-Jakarta masih jenis R33 buatan Belanda. Kapasitas angkut pun terbatas karena tak dapat dilalui lokomotif baru.
”Pengangkutan Aqua dengan kereta harus dimulai semester kedua tahun 2010. Tak usah menunggu seluruh prasarana selesai dibenahi, tapi harus dimulai,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Rabu (10/3) di Sukabumi, Jawa Barat.
Supaya pengangkutan barang optimal, harus diganti sekitar 26 kilometer rel dengan biaya Rp 15-20 miliar per kilometer. Artinya, dibutuhkan Rp 520 miliar untuk mengganti rel-rel itu. Ditambah Rp 10 miliar untuk memperbesar emplasemen.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menjanjikan penggantian rel pada tahun anggaran 2011. ”Pada tahun ini, tiga jembatan di ruas ini kami perbaiki,” ujarnya.
Beban jalan
Mochammad Bimo, Customer Service and Logistic Director PT Tirta Investama, menyatakan, ingin segera mengirim Aqua dengan kereta. ”Kami yakin dengan kereta lebih efisien sebab per hari ada 400 rit truk dari pabrik kami di Mekarsari, Sukabumi,” katanya. Jumlah 400 truk per hari setara dengan keberangkatan satu truk tiap 4 menit.
Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistyo Wimbo Hardjito menyatakan, mampu menyiapkan tak kurang tujuh rangkaian kereta per hari untuk mengangkut Aqua. Tiap rangkaian terdiri dari 20 gerbong barang.
Persoalannya, karena rel KA di lintas Bogor-Sukabumi sangat tua, dilakukan dua kali penarikan gerbong. Pertama, antara Stasiun Cicurug-Batu Tulis dengan lokomotif tipe BB, dari Batu Tulis ke Jakarta dengan lokomotif tipe CC.
Dengan bermunculannya kawasan-kawasan industri berikat di Sukabumi, kata Wakil Menteri Perhubungan, dalam rencana jangka panjang juga akan dipikirkan pendirian terminal khusus kontainer.
”Kita akan lihat permintaannya bagaimana? Apakah benar para pelaku usaha di Sukabumi menginginkan pengangkutan dengan kereta api? Dihitung juga total potensi dari angkutan barang di sini, baru kemudian diputuskan akan dibangun seperti apa,” kata Bambang.
Tak jauh dari pabrik Danone-Aqua sebenarnya ada juga pabrik Kratingdaeng dan Pocari Sweat. Belum lagi beberapa pabrik berikat sehingga ruas Sukabumi-Ciawi sering kali dilanda kemacetan yang luar biasa. (RYO)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/11/0306236/danone.angkut.aqua.dengan.kereta.api
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>
|
|
|
| |
 |
| |
|
|