Who's Online
Ada 1 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home contact Us mail

KA Super Cepat Cirebon-Bandung-Jakarta
Kamis, 07 Januari 2010
Bandung - Pemprov Jabar akan mengusulkan keterlibatan peneliti ITB dalam feasibility study (FS) mega proyek kereta api super cepat yang mengambil rute Cirebon-Majalengka-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta sepanjang 357 km. "Meski ini 100 persen PMA (penanaman modal asing-red), tapi kami ingin keterlibatan anak-anak bangsa. Jadi tak hanya transfer modal saja, juga nanti transfer teknologi," ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar Iwa Karniwa saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (6/1/2010).

Kenapa ITB yang dipilih, menurut Iwa karena ITB merupakan perguruan tinggi yang mempunyai ahli di bidang transportasi massal yang tak diragukan lagi. "Hal ini sudah kami usulkan, tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja," kata Iwa.

Soal rencana FS yang akan dilakukan 11 Januari hingga 90 hari mendatang, Iwa mengaku baru hanya mendapat laporannya saja dari pihak KJRI di Los Angeles, Amerika Serikat, yang menyaksikan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) proyek US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Cirebon-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta sepanjang 357 km.

"Saya baru dapat laporan melalui fax, rincinya bagaimana saya belum tahu. Kami BKPMD sejak awal hanya sekedar menfasilitasi saja," jelas Iwa.

15 perusahaan asing membentuk konsorsium dan menandatangani MoA proyek kereta api supercepat yang dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH) senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Kereta supercepat ini akan mengalahkan kecepatan dan kecanggihan shinkansen, bullet train dari Jepang, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.

Rencananya proyek ini akan memasuki FS pada 11 Januari nanti dan memakan waktu 90 hari. Ditargetkan mega proyek ini akan selesai selama 2 tahun.

Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)

H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.
Sumber : Detik.com http://bandung.detik.com/read/2010/01/06/193322/1273009/486/feasibility-study
Cetak biru sistem logistik nasional segera terbit
Selasa, 29 Desember 2009
JAKARTA: Pemerintah segera menerbitkan cetak biru logistik nasional paling lambat pada Januari 2010, menyusul hampir rampungnya pembahasan oleh sejumlah instansi terkait. Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Perindustrian Eddy Putra Irawadi mengatakan instansinya telah membahas cetak biru logistik dengan semua pemangku kepentingan secara institusional.

"Paling lambat Januari 2010 sudah bisa terbit. Cetak biru logistik mempunyai visi locally integrated-globally connected, guna mendorong daya saing ekonomi dan terciptanya penyedia jasa logistik nasional yang tangguh," katanya kepada Bisnis. Dia menambahkan saat ini sejumlah peraturan terkait dengan kegiatan logistik terdapat di sejumlah instansi. Karena itu, cetak biru dibutuhkan untuk menyatukan strategi dan program untuk membenahi sistem logistik menjadi lebih efisien.

"Peraturan yang menyangkut logistik itu banyak dan bertebaran, mulai dari undang-undang sampai dengan surat keputusan menteri, misalnya tentang pelabuhan, moda transportasi, pergudangan, distributor, importir, eksportir, jasa kurir, dan sebagainya," kata Eddy.

Dia mengatakan berbagai peraturan itu perlu diselaraskan sehingga mampu mewujudkan sektor logistik nasional yang efisien. Pembentukan cetak biru logistik, menurut Eddy, menggunakan pendekatan berdasarkan komoditas, regulasi, dan kelembagaan. "Selanjutnya, yang akan mengoordinasikan sektor logistik nasional ya Kemenko Perekonomian. Sebetulnya, ini sudah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu," jelasnya.

Benahi peraturan

Eddy menambahkan selain menyusun cetak biru logistik, instansinya juga membenahi peraturan-peraturan yang kontra dengan pengembangan logistik yang efisien, seperti daftar negatif investasi (DNI) di perusahaan kurir, stimulus pergudangan, biaya terminal handling charge (THC), pembenahan pelabuhan, dan sebagainya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita menuturkan pemerintah harus segera mengesahkan cetak biru agar arah pengembangan sektor logistik nasional menjadi jelas.

"Kita harus punya visi dan misi dalam mengembangkan sektor logistik. Sekarang banyak sekali peraturan terkait dengan logistik, yang tersebar di sejumlah departemen," katanya beberapa waktu lalu. Zaldy menuturkan pelaku usaha di sektor logistik juga membutuhkan arahan dan panduan dari pemerintah. "Melalui cetak biru, kami berharap mendapat arahan yang jelas," katanya.

Sebelumnya, pelaku logistik yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan Dewan Pengguna Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) berharap Kabinet Indonesia Bersatu II mampu memangkas biaya tinggi dalam logistik. ()

Sumber : Bisnis.com
Cina Luncurkan Kereta Tercepat di Dunia
Minggu, 27 Desember 2009
Liputan6.com, Beijing: Pemerintah Cina Sabtu (26/12) mengumumkan peluncuran kereta api rel tercepat di dunia. Kereta berkecepatan 350 kilometer perjam  mampu menghubungkan kota modern Guangzhou - Wuhan yang berjarak tempuh 1,069 kilometer dalam waktu tiga jam. Kereta ini lebih cepat dibanding kereta sebelumnya memakan waktu tujuh setengah jam, demikian rilis AFP dikutip dari Xinhua.

Pengerjaan proyek kereta cepat dimulai tahun 2005 bagian dari rencana memperluas jaringan transportasi berkecepatan tinggi menghubungkan pusat bisnis di Cina selatan Guangzhou (dekat dengan Hongkong) dengan Beijing ibukota Cina. Kereta Super Cepat ini telah menjalani tes sejak awal Desember dan secara resmi akan memulai beroperasi dari kota Wuhan Sabtu (26/12).

"Kereta ini mampu berkecepatan 394,2 kilometer perjam dan merupakan kereta tercepat di dunia," Kata Zhang Shuguang, Kepala Biro Transportasi Kereta Api kepada Xinhua. Jika Indonesia memiliki kereta super cepat Link Cina maka rute Jakarta - Banyuwangi di ujung Timur Jawa bisa ditempuh hanya dalam wakti tiga jam.(AYB)

Sumber: http://tekno.liputan6.com/berita/200912/256236/Cina.Luncurkan.Kereta.Tercepat.di.Dunia
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2009