|
|
|
|
|
Kamis, 08 September 2011 |
VIVAnews - Pemerintah DKI Jakarta telah bersiap memulai proses pembangunan mega proyek trasportasi massal (Mass Rapid Transit/MRT) setelah sekian lama diwacanakan. Rencananya pengerjaan fisik proyek infrastruktur ini yang bakal beroperasi November 2016 ini akan melibatkan enam kontraktor berbeda dengan kontraktor utama dari Jepang.
"Dengan adanya pembagian enam paket pengerjaan fisik berarti akan ada enam kontraktor berbeda yang akan ditetapkan sebagai pemenang lelang. Syarat utamanya, kontraktor yang mendaftar harus kontraktor utamanya dari Jepang dan kontraktor partner dari lokal," ujar Direktur Teknik PT MRT Jakarta, Rachmadi, di Jakarta, Sabtu, 16 April 2011.
Menurut Rachmadi, pemenang tender enam paket pekerjaan fisik proyek MRT akan diumumkan pada pertengahan tahun ini. Dasar hukum penetapan sendiri akan menggunakan Keputusan Presiden dan mengacu pada JICA guidelines.
Keenam paket tersebut terbagi atas tiga paket fisik permukaan tanah dan tiga paket fisik bawah tanah. Tiga paket fisik permukaan tanah tersebut yaitu cp 101 yang dimulai dari depo Lebakbulus hingga Fatmawati, paket cp 102 untuk pekerjaan fisik dari Blok M hingga Al-Azhar, dan paket cp 103 dari Patung Pemuda hingga Senayan.
Sedangkan untuk pengerjaan paket fisik bawah tanah, PT MRT Jakarta membagi paket terdiri dari cp 104 dari Senayan sampai Istora, paket cp 105 dari Setiabudi hingga Bendhil, dan paket cp 106 mulai dari Dukuh Atas hingga Bundaran HI.
Rahmadi mengatakan, untuk keseluruhan pengerjaan proyek tersebut, PT MRT bakal melibatkan kontraktor utama dari Jepang. Alasannya, kontraktor Jepang sudah terkenal piawai dalam membangun konstruksi bangunan bawah tanah dan bangunan tahan gempa.
Disamping itu, keterlibatan kontraktor Jepang bisa menjadi kesempatan bagi perusahaan lokal mempelajari teknik pembangunan bangunan bawah tanah.
“Ketersediaan materi dasar konstruksi jalan dan bangunan asal Indonesia telah memiliki standar yang tidak kalah dengan bahan dari luar negeri. Contohnya seperti beton, konstruksi sipil. Hanya metodanya saja yang masih harus belajar," kata Rachmadi.
Sementara itu, Head Corporation Communication PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, menambahkan proses prakualifikasi tender melalui MRT diharapkan bisa menyaring kontraktor yang berkualitas untuk menggarap proyek besar tersebut.
Diharapkan konstruksi MRT Tahap I dapat dilaksanakan pada Juni 2012. Sedangkan pendanaan dari pihak JICA akan cair setiap ada progress dalam pembangunan.
Seperti diketahui, pada tahap pertama pemprov DKI Jakarta akan membangun terlebih dulu jalur MRT Utara-Selatan, dengan proyek awalnya yakni rute Lebakbulus-Bundaran HI. Pembangunan rute ini, membutuhkan dana hingga 144,322 miliar yen atau sekitar Rp15 triliun.
Dana tersebut terbagi menjadi dana porsi pinjaman sebesar 120,017 miliar yen atau hanya sebesar 0,2 persen dan pembangunannya diambil dari APBN dan APBD sebesar 24,305 miliar yen.
Lintasan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI direncanakan akan sepanjang 15,5 kilometer dengan rincian 10,5 kilometer di permukaan tanah, serta 5 kilometer di bawah tanah. Sebanyak enam stasiun bawah tanah pun juga akan dibangun di sepanjang rute tersebut, yakni di Masjid Al Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia, dan tujuh stasiun elevated yakni di Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.
Nantinya, MRT diharapkan mampu mengangkut 960.000 orang per hari dengan headway per 5 menit. Target waktu perjalanan dari Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai 30 menit. (umi)
Sumber: http://bisnis.vivanews.com/news/read/215155-6-kontraktor-garap-proyek-fisik-mrt-jakarta |
|
Terakhir diperbaharui ( Kamis, 08 September 2011 )
|
|
|
Rabu, 09 Maret 2011 |
|
Kementerian Perhubungan menyatakan pembangunan fisik jalur kereta api ke Bandara Soekarno-Hatta akan dilakukan pada 2012. Proyek tersebut merupakan salah satu dari tiga prioritas pemerintah yang siap tender tahun ini. Pembangunannya akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public private partnership (PPP) dengan membutuhkan dana sebesar Rp10 triliun.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Asril Syafei, mengatakan persiapan proyek jalur kereta api bandara akan dimulai tahun ini. Nantinya, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang ditugaskan Kementerian Keuangan untuk membantu Kemenhub menyiapkan proyek tersebut, terutama dalam hal persiapan dan penyiapan dokumen. "Kami harapkan sesuai jadwal dan tidak molor. Tahun depan harus sudah bisa mulai pembangunan fisiknya," kata Asril di sela International Seminar on Structing PPP Railway Project di Jakarta, Kamis 24 Februari 2011.
Dia menuturkan, tahun ini harus sudah dilakukan pelelangan, sehingga proyek jalur kereta api bandara tersebut dapat segera dimulai dan ditargetkan selesai 2014. Berdasarkan timetable Kemenhub, semestinya tahun lalu sudah dilakukan pembebasan lahan. Namun, Asril mengakui, karena anggarannya baru disediakan pada 2011, proyek tersebut sedikit molor dari rencana. "Mengenai pembebasan lahan, saat ini sedang dilakukan proses administrasi pendanaan," kata dia.
Asril menjelaskan, dari nilai proyek sebesar Rp10 triliun, pemerintah hanya menyiapkan dana Rp3,2 triliun. Dengan rincian Rp1,5 triliun untuk pembebasan lahan (Angke-Soekarno-Hatta) sekitar 22 kilometer dan Rp1,7 triliun guna pembangunan fisik stasiun Manggarai-Angke. Sementara itu, sisanya Rp6,8 triliun, menurut dia, berasal dari investor swasta. "Saat ini, swasta akan dikualifikasi lagi, langsung kami lelang dan akan diumumkan besaran anggarannya. Namun, sampai saat ini belum dilakukan proses lelang itu," kata Asril.
Asril menambahkan, pemenang tender nantinya tidak akan sendiri. Namun, akan dilakukan melalui konsorsium, yaitu kerja sama investor asing dan domestik. Sementara itu, operatornya diharapkan dari swasta. Untuk calon investor, dia menjelaskan, ada tiga konsorsium yang sudah lulus pra kualifikasi, yakni dari Cina (China Harbour Engineering Company), Jepang (Mitsui & Co Ltd), dan dari dalam negeri (PT Railing). "Tahun ini akan dimulai lagi, semoga dapat calon-calon baru lagi," ujar Asril.
Dia mengatakan, jalur kereta api bandara tersebut memiliki dua jalur alternatif. Alternatif pertama, Manggarai-Sudirman-Tanah Abang-Angke-Pluit-Bandara Soekarno-Hatta. Nantinya, Manggarai sebagai stasiun utama.
Alternatif jalur kedua adalah Sudirman-Tanah Abang-Duri-Grogol-Bojong Indah-Kalideres-Tanah Tinggi-Bandara Soekarno Hatta. Asril menuturkan, alternatif kedua merupakan usulan dari Pemda DKI Jakarta. Nantinya, Dukuh Atas sebagai stasiun utama karena akan menjadi pertemuan dengan MRT, sehingga permintaan dari penumpang diharapkan cukup banyak. (art)
Sumber: http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/206333-kereta-api-bandara-dibangun-2012
|
|
|
Minggu, 19 September 2010 |
Jakarta (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan kereta baru dengan fasilitas WC atau toilet yang ramah lingkungan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan di Jakarta, Minggu, mengatakan toilet ramah lingkungan tersebut berada pada KA Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo yang berangkat pada pukul 21.05 WIB.
"PT KA selalu berusaha memperbaiki mutu pelayanan tidak hanya kepada penumpang tetapi juga kepada lingkungan sesuai dengan misi kereta api yakni untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi kelestarian lingkungan," ujarnya. Ia mengharapkan semua rangkaian dan layanan kereta api di masa mendatang dapat menggunakan toilet ramah lingkungan ini. "Kedepannya nanti diharapkan semua toilet yang ada di kereta api akan diganti dengan sistem seperti ini yang ramah lingkungan," ujarnya.
Ia menjelaskan, toilet tersebut memiliki bak penampungan sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke jalan rel. Kemudian, dalam bak tersebut diisi air yang dicampur dengan bahan mikroba sebagai bahan penghancur dan penetralisir kotoran sehingga kotoran yang dibuang akan berbentuk air yang tidak mencemarkan lingkunagn. "Agar toilet berfungsi maksimal maka bak penampungan akan diganti setiap tiga bulan sekali," ujarnya.
Sedangkan, KA Argo Lawu tersebut disamping menggunakan fasilitas toilet ramah lingkungan, juga menggunakan rangkaian KA baru produksi PT INKA sebanyak delapan kereta penumpang dan satu kereta makan. Menurut rencana KA baru ini selanjutnya akan digunakan sebagai KA eksekutif Argo Dwipangga jurusan Jakarta-Solo.
Sebelumnya, pada Jumat (3/9) PT KAI juga meluncurkan rangkaian Kereta Api (KA) kelas Ekonomi AC produksi dalam negeri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. KA kelas Ekonomi AC itu bernama Bogowonto melayani rute Senen (Jakarta) menuju Kutoharjo (Jawa Tengah). KA Bogowonto merupakan hasil rancangan industri dalam negeri sendiri yaitu PT INKA dengan jumlah kapasitas penumpang adalah 80 orang.
Kereta tersebut juga dirancang untuk kecepatan operasional 100 kilometer per jam serta umur teknis yang tidak kurang dari 25 tahun.
Selain bahan dan komponen lokal mengacu pada Standar Industri Indonesia (SII) atau Standar Nasional Indonesia (SNI), rangkaian KA Bogowonto juga dilengkapi dengan generator listrik sebanyak 2x250 KVA yang dipergunakan untuk suplai listrik rangkaian kereta api. (*)
|
|
Terakhir diperbaharui ( Minggu, 19 September 2010 )
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>
|
|
|
| |
 |
| |
|
|