|
Selasa, 03 Agustus 2010 |
JAKARTA - MEC Infra akan menginvestasikan USD1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon. "MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan dengan nilai UD1 miliar," ungkap Executive Vice Chairman Group CEO MEC Holdings Madhu Koneru, saat konferensi pers, dalam acara Asia Pacific Ministerial Confference on Public Private Partnerships (PPP) for Infrastructure Development & Infrastructure Asia 2010, di Jakarta, Kamis (15/4/2010). Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batu bara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai USD5 miliar. "MEC telah merumuskan kemitraan strategis dengan para pemimpin industri untuk merealisasikan visi “Mines to Market,” katanya. Akuisisi lahan hampir selesai dilaksanakan dan pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan jadwal. Dalam lima tahun ke depan investasi MEC saja akan menciptakan 5.000 pekerjaan baru di Kalimantan Timur. Lebih penting lagi, investasi ini akan mengubah Kalimantan Timur menjadi contoh bagi masa depan Indonesia dengan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan, membantu Indonesia untuk menarik investasi tambahan senilai USD20 miliar pada 2030 dan menciptakan lebih dari 100 ribu pekerjaan. "Kami bangga dapat berperan aktif dalam meningkatkan standar kehidupan masyarakat setempat dan tetap akan berkomitmen untuk melakukan hal itu setelah jalur kereta api tersebut dibangun,” pungkasnya.(ade) Sumber : http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2010/04/15/320/323022/bangun-jalur-kereta-api-mec-infra-investasi-usd1-m |
|
|
Selasa, 18 Mei 2010 |
|
Jakarta - PT Bukit Asam Trans Railway (BATR), anak usaha PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk, telah menunjuk konsultan dari Australia untuk melakukan perhitungan ulang nilai proyek pembangunan rel kereta api di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Hasil kajian dari konsultan tersebut akan selesai dalam waktu dekat.
"Mereka akan mengkaji berapa nilai kewajaran dari proyek itu. Kabarnya dalam waktu dekat final report-nya akan segera selesai," ungkap Direktur Utama PTBA, Soekrisno, saat dihubungi detikFinance, Minggu (15/3/2010).
Menurut Soekrisno, peninjauan ulang (review) proyek pembangun rel kereta api di Tanjung Enim tersebut dilakukan karena adanya perubahan desain dari proyek tersebut sehingga asumsi nilai proyek akan mengalami perubahan. Hal itu juga harus dilakukan karena studi kelayakan proyek itu dibuat pada 2006 yang lalu, sementara proyek ini baru akan diimplementasikan pada tahun ini sehingga diperkirakan akan ada kenaikan nilai proyek.
"Karena nilai tukar yuan terhadap rupiah kan berubah, harga baja juga berubah," ungkapnya.
Meskipun belum mengetahui berapa besar kenaikan nilai proyek tersebut, namun Soekrisno berharap kenaikannya masih dalam batas kewajaran sehingga perseroan tidak perlu mencari sumber pendanaan lain.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga terus melakukan pembicaraan guna membahas review tersebut dengan kedua partnernya yaitu Transpacific Railway, dan China Railway Engineering. "Kemarin mereka sudah ke sini, jadi nanti tim kita akan ke China untuk kembali bernegosiasi," ungkapnya.
Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering. Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank. Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.
Sumber : http://www.detikfinance.com/read/2010/03/14/174430/1317999/4/ptba-tunjuk-konsultan-untuk-hitung-ulang-proyek-rel-tanjung-enim |
|
|
Selasa, 18 Mei 2010 |
|
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengirim tim konsultan bantuan dari Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia) untuk membantu pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah. Tim konsultan yang beranggotakan lima orang tenaga ahli ini akan mulai bekerja sejak dilakukannya Penyerahan Konsultan Layanan Bantuan Teknis dari Bappenas RI kepada Pemprov Kalteng yang diterima langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, Selasa (23/2/2010).
Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah dan Swasta Bappenas Bastari Panji Indra mengatakan, lima konsultan ini?terdiri dari dua orang tenaga ahli asing dan tiga orang tenaga ahli lokal. Tim inia kan mengkaji pembangunan rel dari sisi financial, pengadaan transportasi,dan kerjasama pemerintah dengan swasta.
Pembangunan rel kereta api tahap I meliputi Palaci Kabupaten Murungraya– Bangkuang Kabupaten Barito Selatan direncanakan sepanjang 185 km dengan rute yakni, Palaci - Puruk - Makunjung - Muara Teweh - Montalat - Pematang Karau - Bangkuang dan berakhir di Sungai Barito, di wilayah Barito Selatan. Proyek besar tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar 740 juta dollar AS.
Sumber: http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/36230 |
|
Terakhir diperbaharui ( Selasa, 18 Mei 2010 )
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>
|