Who's Online
Ada 19 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home contact Us mail

KA Jadi Prioritas Pembangunan Transportasi di Jawa
Minggu, 09 Maret 2008
Pemerintah akan membangun jaringan kereta api (KA) di Pulau Jawa dengan prioritas kereta penumpang, baik kereta perkotaan (komuter) jarak jauh maupun menengah.

Pernyataan itu dikemukakan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat meresmikan pengoperasian KA Prambanan Ekspres Baru dengan rangkaian kereta rel diesel elektrik (KRDE) jurusan Solo - Yogyakarta - Kutoharjo pulang pergi (pp) di Stasiun Solo Balapan, Sabtu.

Pemerintah mengencarkan pembangunan KA perkotaan mengingat perkembangan dan pertumbuhan kota-kota di Jawa diwarnai dengan kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang kronis.

"Kemacetan tidak saja memboroskan waktu, biaya, BBM, polusi udara, dan emisi gas buang tinggi. Namun juga menyebabkan turunnya produktivitas ekonomi kota, negara, dan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Terkait dengan pengembangan perkeretaapian di Pulau Jawa, katanya, pemerintah daerah dapat mendorong subsektor transportasi perkeretaapian di daerah masing-masing, baik untuk angkutan jarak pendek, sedang, dan jauh, terutama untuk transportasi perkotaan.

Pemberlakuan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian maka pemerintah daerah diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan membangun perkeretaapian di daerahnya baik melalui investasi swasta maupun melalui BUMD," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz mengatakan dengan dioperasikan KRDE diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas di rute itu, termasuk memperlancar roda perekonomian antara daerah tersebut.

Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Asril Syafei mengatakan pembiayaan modifikasi KRL menjadi KRDE bersumber dari dana APBN Direktorat Jenderal Perkeretaapian, melalui DIPA Satuan Kerja Pengembangan Sarana Perkeretaapian berjumlah Rp 38,9 miliar.

Dia mengatakan, satu KRDE pada kondisi beban penuh mampu mengangkut total penumpang yang duduk dan berdiri sebanyak 1250 orang. (ANT)

Dephub Beri Insentif KA ke Beberapa Kota
Rabu, 05 Maret 2008
Departemen Perhubungan memberikan insentif dengan menyerahkan kereta api ke beberapa daerah untuk diajak bekerja sama mengoperasikan kereta api dalam kota.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Dephub, Wendy Aritenang Yazid mengatakan, ada beberapa daerah yang menyatakan telah bersedia bekerja sama dengan pusat dan PT KA untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api.

"Besok kami akan memberikan dua kereta di Solo. Kereta ini untuk melayani transportasi Solo - Jogjakarta - Kutoarjo dan Solo - Jogja," kata Wendy sesaat sebelum berangkat ke Solo, di gedung
Dephub, Jakarta, Jumat (15/2).

Pemberian kereta ini, menurut Wendy, dilakukan untuk memperkuat keberadaan kereta yang sudah ada sebelumnya yaitu Prambanan Ekspres atau Prameks. Kereta-kereta itu nantinya akan dijadikan kereta kelas ekonomi regional yang dilengkapi dengan fasilitas AC.

Kereta berjenis KRDE (Kereta Diesel Elektrik) ini dibuat oleh PT Industri Kereta Api (Inka) dengan mesin yang masih baru. Satu rangkaian KA berisi lima gerbong kereta. Sedangkan untuk kota lainnya, kata Wendy, Kota Semarang juga segera mendapatkan insentif yang sama. Akan tetapi untuk ibu kota Jawa Tengah ini, karena sering terjadi banjir maka jenis pembangkit tenaganya menggunakan tenaga hidrolik.

"Insentif ini kami berikan sebagai pancingan kepada Pemda agar mau menginvestasikan dana mereka untuk membangun transportasi kereta api. Daerah-daerah yang dianggap paling membutuhkan dan berkomitmen membangun transportasi kereta maka akan kami dahulukan," tandasnya.
Pemerintah Beri Peluang Swasta Berbisnis Kereta Api
Senin, 03 Maret 2008
Pemerintah memberi peluang bagi swasta untuk masuk dalam bisnis perkereta-apian melalui program revitalisasi kereta api yang akan dilaksanakan pada 2008 sampai 2010.

Kepada pers seusai rapat tentang revitalisasi kereta api di Kantor Wapres Jakarta, Rabu, Menhub Jusman Syafii Djamal mengungkapkan bahwa dimasa mendatang swasta berkesempatan menanamkan investasinya untuk membangun sarana dan prasarana perkereta-apian serta menjadi pengelolanya.

Terkait dengan hal itu, Jusman menjanjikan pada Maret 2008 Peraturan Pemerintah yang mengatur peran swata dalam pengoperasian kereta api berikut sarana serta prasaranannya sudah ada.

"Pada prinsipnya menghadirkan mereka adalah agar tercipta iklim kompetisi yang sehat sehingga kualitas pelayanan kereta api juga diharapkan meningkat," kata Menhub.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan bahwa porsi swasta dalam bisnis perkereta-apian itu semisal mengelola kereta-kereta khusus yang mengangkut komoditas strategis seperti batu bara atau kelapa sawit.

"Atau kereta dengan tujuan khusus seperti hanya ke bandara. Bisa saja swasta berperan disana," kata Menhub.

Pada bagian lain, Menhub mengatakan bahwa program revitalisasi kereta api yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp19,3 triliun itu akan meliputi daerah operasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa serta beberapa provinsi di Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera bagian selatan.

Untuk regional Sumatera, revitalisasi itu meliputi upaya rehabilitasi jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya serta membangun terowongan di Indarung yang menembus Bukit Barisan.

Sementara program revitalisasi di Jawa difokuskan pada peningkatan kapasitas pelayanan yang diperkirakan terus meningkat dari tahun ketahun serta pengangkutan angkutan peti kemas dan barang lainnya.

"Pada 2010 diperkirakan ada pergerakan 22 juta orang setiap harinya dari kota perkota di kawasan Jabodetabek. Untuk itu diputuskan harus ada perusahaan tersendiri yang mengelola perkereta apian sebagai upaya perbaikannya," kata Menhub seraya menegaskan bahwa pemerintah juga akan membentuk tim nasional revitalisasi di bawah koordinasi Menko Perekonomian.

Sementara itu Wapres Jusuf Kalla dalam rapat tersebut diantaranya meminta agar Direksi PT KA memusatkan perhatian pada pembenahan citra kereta api.

"Keamanan perjalanan kereta api harus ditingkatkan dan kenyamanan penumpang juga harus dijamin," demikian Wapres.

Selain Menhub, hadir dalam rapat itu diantaranya Menko Perekonomian Boediono, Meneg BUMN Sofyan Jalil, Kepala Bapenas Paskah Suzetta dan Menperin Fahmi Idris.(*)

Sumber : Antara

Terakhir diperbaharui ( Senin, 03 Maret 2008 )
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2009