|
|
|
|
|
Jumat, 20 Juli 2007 |
Berikut diberikan daftar tipe-tipe rel yang digunakan pada jaringan jalan KA PT.
KAI.
Tipe |
Berat
(kg/m) |
Tinggi
(mm) |
Lebar
Kaki
(mm) |
Lebar
Kepala
(mm) |
Tebal
Badan
(mm) |
Panjang
Standar/
Normal
(m) |
R2 (R25) |
25,74 |
110 |
90 |
53 |
10 |
6,80 - 10,20 |
R7 (R29) |
29,76 |
110 |
95 |
54 |
11 |
10,20 |
R3 (R33) |
33,40 |
134 |
105 |
58 |
11 |
11,90 - 13,60 |
R14 (R41) |
41,52 |
138 |
110 |
67 |
13,5 |
11,90 - 13,60 - 17,00 |
R14A (R42) |
42,18 |
138 |
110 |
68,5 |
13,5 |
13,60 - 17,00 |
R50 (R50) |
50,40 |
153 |
127 |
63,8 |
15 |
17,00 |
UIC (R54) |
54,40 |
159 |
140 |
70 |
16 |
18,00 / 24,00 |
Catatan :
Perbedaan antara R14 (R41) dan R14A (R42) khususnya adalah dalam hal kekuatan badan rel. Badan R14A (R42) adalah lebih tebal pada bagian atas dan bawahnya dibandingkan dengan badan R14 (R41).
|
|
Terakhir diperbaharui ( Jumat, 20 Juli 2007 )
|
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
|
Departemen Perhubungan akan mengumumkan hasil prakualifikasi (PQ) konsultan teknik proyek mass rapid transit (MRT) jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas Jakarta pada bulan Juli.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Sugiadi Waluyo mengatakan pengumunan itu merupakan hasil seleksi terhadap tiga perusahaan konsorsium konsultan dari Jepang dan Indonesia.
"Hasil seleksi dari tim lelang itu akan kami kirimkan kepada JBIC [Japan Bank for International Cooperation] untuk disetujui," ujarnya baru-baru ini.
Saat ini, menurut dia, pihaknya tinggal menyelesaikan evaluasi terhadap tiga perusahaan konsultan yang tergabung dalam konsorsium Nippon Koei, Pacific Consultants International (PCI), dan Katahira & Engineers International.
Ketiga perusahaan tersebut, papar Sugiadi, juga menggandeng perusahaan lokal agar lolos menjadi konsultan layanan teknik MRT sesuai yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman antara Indonesia dan Jepang.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Rabu, 04 Juli 2007 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 12 Juni 2007 |
|
Palembang - Proyek besar Pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel) yakni pembangunan Pelabuhan International Tanjung Api-Api terhambat oleh perbuatan orang iseng. Patok-patok penanda pembangunan rel KA sepanjang 87 kilometer dari Stasiun Simpang, Ogan Ilir, ke pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumsel, hilang.
"Karena jalur yang sudah ditandai dengan patok hilang, jadi sulit dilacak rute jalur KA yang akan dibangun," kata Sekretaris Daerah Pemerintah Sumsel, Musyrif Suwardi, kepada pers, di kantornya, Jalan Kapten A.Rivai Palembang, Selasa (12/06/2007).
Bahkan, jalur rel KA akan dibangun juga menabrak sebuah pabrik tedmond di Desa Gasing, sebuah masjid, serta pondok pesantren di Banyuasin. Oleh karena itu, Musyrif meminta persoalan lokasi jalur KA itu, khususnya yang menabrak sebuah pabrik dan ponpes, segera diselesaikan bawahannya.
Sementara Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sumsel Mulyadin Roham mengatakan, tidak semua patok rencana pembangunan rel keretapi itu hilang. Namun hanya sebagian kecil akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>
|
|
|
| |
 |
| |
|
|