|
Rabu, 02 Mei 2007 |
|
Dasar penilaian maupun kriteria yang dipakai dalam pemilihan lokasi dermaga penyeberangan dapat menggunakan beberapa pendekatan seperti berikut ini:
1. Kondisi Teknis Perairan Kondisi perairan adalah kondisi terhadap parameter perairan terdiri dari antara lain gelombang, ruang gerak kapal, alur pelayaran, arus, pasang surut dan potensi sedimentasi.
2. Kondisi Teknis Daratan Yang termasuk kondisi daratan antara lain ketersediaan jalan, topografi, status lahan dan ketersediaan lahan untuk area pengembangan.
3. Lingkungan dan Hinterland Lokasi terletak di daerah yang strategis sehingga dapat memberi dampak sosial, ekonomi terhadap lingkungan dan wilayah belakang (hinterland).
4. Keterpaduan Dengan Moda Transportasi Lain Lokasi dapat dijangkau dengan mudah oleh moda transportasi lain yang telah tersedia maupun yang termasuk dalam pengembangan jangka panjang.
5. Prasarana Penunjang Kawasan pelabuhan memerlukan fasilitas pendukung antara lain ketersediaan air bersih, listrik dan telekomunikasi dan terminal BBM.
6. Rencana Tata Ruang Wilayah Lokasi dermaga yang berada dalam kawasan pengembangan untuk transportasi sesuai dengan tata guna lahan yaitu peruntukan lahan dan peruntukan perairan.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 28 April 2007 |
|
Tujuh perusahaan konsultan Jepang dan 14
perusahaan lokal siap mengikuti tender prakualifikasi konsultan
pelayanan teknik (engineering services) proyek mass rapid transit (MRT)
jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas, Jakarta.
Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Soemino Eko Saputro
mengatakan mereka telah terdaftar sebelum penutupan tender
prakualifikasi konsultan teknik MRT.
Menurut dia, ketujuh perusahaan Jepang itu kemungkinan akan membentuk
konsorsium konsultan sehingga menjadi tiga perusahaan besar yang akan
memperebutkan tender prakualifikasi konsultan teknis MRT.
Untuk itu, lanjut Soemino, pihaknya akan memberikan waktu kepada tujuh
perusahaan konsultan Jepang itu dengan mengundurkan masa penutupan
tender prakualifikasi satu pekan.
"Kami memang akan mengundurkan jadwalnya satu minggu ke depan untuk
mengakomodasi permintaan peserta tender," kata Soemino, kemarin.
Sesuai jadwal, tender prakualifikasi proyek pelayanan teknik MRT
Jakarta dibuka sejak 10 April dan akan ditutup pada 24 April (hari
ini). Namun, tender akan diundur hingga 1 Mei sesuai permintaan peserta
tender dari Jepang.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Selasa, 01 Mei 2007 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 20 April 2007 |
Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jalan
termasuk salah satu faktor yang menentukan perkembangan ekonomi
wilayah, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Untuk
itu Pemerintah perlu untuk selalu berupaya meningkatkan pelayanan
terhadap masyarakat sehingga kesenjangan antara kebutuhan dan pelayanan
yang ada dapat diminimalkan. Pertumbuhan ekonomi yang cukup
pesat sejak dekade tahun 80-an, terutama pada daerah perkotaan, telah
menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan infrastruktur
khususnya jalan raya. Pembangunan ruas jalan non tol dan jalan tol baru
terus dilaksanakan dan disesuaikan dengan fungsi-nya masing-masing. Pembangunan
jalan baru memerlukan biaya yang besar, dana Pemerintah yang terbatas
harus didistribusikan sedemikian rupa sehingga tercipta suatu
pemerataan. Berkaitan dengan hal tersebut, pembangunan jalan tol
membuka peluang partisipasi sektor swasta dalam pendanaannya yang
diharapkan dapat membantu pemecahan permasalahan pendanaan pembangunan
infrastruktur. Manfaat strategis pembangunan jalan tol diantaranya adalah sebagai berikut: - Pembukaan lapangan pekerjaan berskala besar dalam sektor formal maupun informal.
- Peningkatan penggunaan sumber daya dalam negeri.
- Upaya Pemerintah dalam mengembalikan Indonesia menjadi salah satu lokasi investasi terbaik di Asia Pasifik.
- Meningkatkan kegiatan ekonomi sebagai pendorong peningkatan PDRB dan ekspor.
- Meningkatkan sektor riil dengan menciptakan efek multiplier bagi perekonomian nasional.
Sejak
Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang peran partisipasi sektor
swasta dalam pengembangan infrastruktur maka pertumbuhan pembangunan
jalan tol di Indonesia mulai meningkat.. Saat ini, ada 647 km jalan tol
yang sudah dioperasikan di Indonesia, dimana 499 km. dioperasikan oleh
PT. Jasa Marga dan 148 km dioperasikan oleh investor swasta. |
|
Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 21 April 2007 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>
|