Who's Online
Ada 12 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Wapres Minta Menhub Kumpulkan Ahli Kereta Api
Jumat, 10 Agustus 2007
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mendesak Menteri Perhubungan Jusman Syafi’i Djamal segera mengumpulkan para ahli kereta api yang ada di Indonesia.
Instruksi tersebut dilontarkan Kalla agar Menhub  segera membuat program pertama untuk memperbaiki infrastruktur perkeretaapian di Indonesia.

“Bapak Wapres menginstruksikan kepada saya, yang pertama mengumpulkan ahli-ahli kereta, yang ke dua memanfaatkan Industri Kereta Api (INKA) juga Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT),” ujar Jusman  usai acara Temu Nasional Teknologi di Puspitek, Serpong, Jawa Barat, Selasa (31/7/2007).

Selain itu, Jusman menambahkan dirinya juga diharapkan memanfaatkan Balai Yasa kereta api yang ada di PT KA termasuk para ahli kereta api yang ada di BPPT.

“Wapres juga minta agar dibuat program pertama untuk memperbaiki rel, kemudian pensinyalan, dan gerbong,” tambahnya.

Kalla berharap pada Jusman agar program pertama tersebut segera dipersiapkan dan Jusman pun yakin dapat menjanlankan tugas tersebut.
“Di atas kertas kita harus sudah siap. Saya kira realistis dan bisa dikerjakan,” ujar Jusman dengan penuh keyakinan.

Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan Temu Nasional Teknologi, Menhub diberi waktu enam bulan untuk segera meperbaiki infrastruktur perkeretaapian nasional khususnya yang berada di pulau Jawa.

Sumber : Okezone


Standar Pengamanan Kereta Api Masih Rendah
Jumat, 10 Agustus 2007
Medan,  detikcom - Standar pengamanan sarana transportasi kereta api (KA) masih rendah. Berbagai kasus kecelakaan yang terjadi terutama karena human error dan pemeliharaan sarana yang tidak baik. Pasca sabotase dalam kecelakaan kereta api di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta diminta meningkatkan pengamanan itu.

Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menyatakan, terjadinya sabotase pada rel kereta KA Ekonomi Medan - Tanjung Balai di Mata Pao merupakan kasus terakhir yang menunjukkan indikasi tidak amannya jalur transportasi kereta api.  

“Semestinya petugas pemantau jalur rel kereta rutin melakukan pengamanan, pemeriksaan jalur. Apalagi ternyata lokasi sabotase itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari stasiun terdekat di Mata Pao. Ini kan sangat memprihatinkan,” kata Nasril kepada wartawan di Medan, Kamis (8/2/2007).  

Kecelakaan KA Ekonomi jurusan Medan - Tanjung Balai memang berindikasi sabotase. Sebab di atas rel terdapat lempengan besi sepanjang satu meter lebih. Lempengan itu semula berfungsi sebagai penutup instalasi telepon milik PT Telkom yang ada di samping rel. Namun ada tangan jahil yang membongkar dan meletakkannya di atas rel. Karena melindas lempengan itu, kereta kemudian terguling. 
Baca selengkapnya...
Tipe-Tipe REL
Jumat, 20 Juli 2007
Berikut diberikan daftar tipe-tipe rel yang digunakan pada jaringan jalan KA PT. KAI.

Tipe

Berat
(kg/m)

Tinggi
(mm)

Lebar
Kaki
(mm)

Lebar
Kepala
(mm)

Tebal
Badan
(mm)

Panjang
Standar/
Normal
(m)

R2 (R25)

25,74

110

90

53

10

6,80 - 10,20

R7   (R29)

29,76

110

95

54

11

10,20

R3  (R33)

33,40

134

105

58

11

11,90 - 13,60

R14 (R41)

41,52

138

110

67

13,5

11,90 - 13,60 - 17,00

R14A (R42)

42,18

138

110

68,5

13,5

13,60 - 17,00

R50 (R50)

50,40

153

127

63,8

15

17,00

UIC (R54)

54,40

159

140

70

16

18,00 / 24,00



Catatan : Perbedaan antara R14 (R41) dan R14A (R42) khususnya adalah dalam hal kekuatan badan rel. Badan R14A (R42) adalah lebih tebal pada bagian atas dan bawahnya dibandingkan dengan badan R14 (R41).

Terakhir diperbaharui ( Jumat, 20 Juli 2007 )
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014